Edisi 1 : Tafsir surat Al Ahqof 1-5, Niat Ikhlas, Celana Gaul
 
Edisi I /1/9/2003
Tafsir Surat Al–Ahqof                          

1.         Haa – miim.

2.       Penurunan Al-Kitab dari  اللهI yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

3.        Tidaklah Kami menciptakan langit-langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya melainkan dengan haqq dan sampai ajal yang telah ditentukan. Dan orang-orang  kafir berpaling terhadap sesuatu yang diperingatkan kepada mereka.

4.        Katakanlah :¡É Apa pendapat kalian mengenai barang-barang yang kalian sembah selain  الله  ? Perlihatkan kepadaku adakah mereka telah menciptakan (bagian) dari bumi, ataukah mereka mempunyai andil dalam (penciptaan) langit-langit ? Datangkanlah kepadaku kitab sebelum (Al Qur¡Çan) ini, atau ilmu yang tersisa jika kalian adalah orang-orang yang benar.¡É

5.        Dan siapakah yang lebih dholim dibanding orang yang menyembah selain  الله (barang yang disembah itu) tidak dapat mengabulkan permohonannya sampai hari kiamat, dan barang-barang (yang disembah) itu lalai terhadap permohonan-permohonan mereka.

 

Surat Al – Ahqof, termasuk surat makiyyah (yaitu surat yang diturunkan ketika Rosululloh r masih berada di Makkah, hingga kemudian hijrah ke Madinah). Sebagaimana surat-surat makiyyah yang lain, surat ini membicarakan seputar pokok-pokok aqidah, yaitu tauhid, risalah, hari kebangkitan dan pembalasan. Inti pembicaraan surat ini lebih terfokus pada masalah ¡Ærisalah dan kerosulan¡Ç yang mempertegas kembali kebenaran Muhammad r dan Al-Qur¡Çan (Shofwah At – tafsir III/191).

 

Surat ini dinamakan ¡ÈAl – Ahqof¡É yang berarti bukit pasir, yang terletak di negeri Yaman. Di tempat inilah kaum ¡ÆAd tinggal, sebelum dibinasakan oleh  اللهI , karena kesombongan dan keangkuhan mereka (ayat ke-21). Berkata Ibnu Katsir : Al Ahqof merupakan bentuk jama¡Ç dari hiqf, yang berarti gunung pasir. Berkata Qotadah : Mereka (kaum ¡ÆAd) tinggal di Yaman, di tempat berpasir yang terletak di tepi laut (mukhtashor Ibnu Katsir III/322).

Haa- miim, huruf – huruf yang terpotong ini (hanya  اللهI saja yang mengetahui maksudnya), menjelasknan i¡Çjazul qur¡Çan, yaitu mu¡Çjizat Al – Qur¡Çan, dimana manusia merasa lemah untuk mendatangkan ide yang semisal itu. Berkata imam Ibnu Katsir : Sesungguhnya disebutnya huruf-huruf ini pada awal beberapa surat, untuk menjelaskan i¡Çjazul qur¡Çan. Manusia merasa lemah untuk menandinginya, meskipun tersusun dari huruf-huruf yang mereka (orang-orang Arab) berbicara dengannya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sejumlah muhaqiqin, juga dikuatkan oleh Az-zamakhsyari dalam tafsir beliau Al-Kasyaaf. Imam Ibnu Taimiyah juga sejalan dengan pendapat ini (mukhtasor Ibnu Katsir I/27).

 

Penurunan Al Kitab dari  اللهI  yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Artinya, kitab Al-Qur¡Çan ini diturunkan oleh  اللهI  , yang maha perkasa dalam kekuasaannya, siap mengadzab hamba-hambaNya yang ingkar, disamping itu maha bijaksana dalam perbuatanNya. Berkata imam Ibnu Katsir :  اللهI  memberitahu bahwa Dia telah menurunkan kitab kepada hambaNya dan rosulNya – sholawat serta salam tercurah kepada beliau hingga hari kiamat. Dan Dia mensifati diriNya dengan izzah (keperkasaan) yang tak ada tandingannya dan hikmah (kebijaksanaan) dalam perkataan dan perbuatanNya (mukhtashor Ibnu Katsir III/315).

 

Tidaklah Kami menciptakan langit-langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya melainkan dengan haqq. Artinya, tidaklah Kami menciptakan langit-langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya sia-sia. Kami menciptakan itu semua dengan penuh hikmah, untuk menunjukkan keesaan dan sempurnanya kekuasaan Kami.

 

Dan sampai ajal yang ditentukan, yaitu hari kehancuran langit-langit dan bumi, itu adalah hari kiamat.  اللهI  berfirman : Pada hari diganti bumi dan langit-langit dengan yang selainnya, dan mereka menuju  اللهyang Esa, lagi Maha Perkasa (14 : 48).

 

Dan orang-orang kafir berpaling terhadap sesuatu yang diperingatkan kepada mereka, maksudnya mereka berpaling dari peringatan berupa adzab dan perkara-perkara akhirat. Mereka tidak pernah memikirkan dan bersiap sedia untuk menghadapinya.

 

Setelah  اللهI  menjelaskan keberadaan ilah (sesembahan) yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Dia menolak terhadap penyembahan berhala,  اللهI  berfirman katakanlah : Apa pendapat kalian mengenai barang-barang yang kalian sembah selain  اللهI  ? Artinya, katakanlah wahai Muhammad r kepada orang-orang musyrik : Beritahukanlah kepadaku mengenai berhala-berhala yang kalian sembah selain  اللهI itu dan kalian menyangka bahwa mereka adalah sesembahan. perlihatkan kepadaku, adakah mereka telah menciptakan (bagian dari bumi) ? Adakah berhala-berhala itu menciptakan partikel-partikel, unsur, atau sesuatu bagian – yang paling kecil sekali pun yang ada di bumi ini ? Adakah mereka berperan dalam menumbuhkan, mengembangbiakkan, dan menebarkan tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia ? Ataukah mereka mempunyai andil dalam (penciptaan) langit-langit ? tentu saja berhala-berhala tidak mempunyai andil apapun dalam penciptaan, karena mereka adalah makhluk.

Datangkanlah kitab sebelum (Al-Qur¡Çan) ini, yang telah diturunkan oleh  اللهI yang menyuruh kalian untuk menyembah berhala-berhala itu. Kalian akan mendapati tidak ada satu potong ayatpun yang menyuruh kalian untuk berbuat syirik, bahkan semua kitab-kitab yang telah diturunkan menyuruh kalian untuk tauhid.

Atau ilmu yang tersisa dari ilmu orang-orang terdahulu yang mempersaksikan hal itu. Jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam persangkaan kalian bahwa  اللهI  mempunyai sekutu-sekutu. Disebutkan dalam kitab Al-Bahrul Munith : mereka dituntut untuk mendatangkan  suatu kitab atau ilmu yang tersisa yang membenarkan penyembahan kepada selain  اللهI . Maksud ayat ini adalah untuk mencela mereka, karena semua kitab-kitab yang diturunkan  اللهI menyuruh untuk tauhid dan melarang syirik, sehinga mereka tidak mempunyai sandaran baik dari segi naqli atau aqli (Al-Bahrul Munith VIII/55).

 

Dan siapakah yang lebih dholim dibanding orang yang menyembah selain الله . (Barang yang disembah itu) tidak dapat mengabulkan permohonannya sampai hari kiamat, tentu saja tidak ada seorang pun yang lebih dholim dan lebih bodoh dibanding orang yang menyembah berhala-berhala, yang tidak mungkin mendengar permohonan-permohonan orang yang memohon. Tidak mengetahui hajat orang yang meminta kepadanya selama-lamanya, karena berhala adalah benda mati yang tidak mendengar dan berakal.

Dan barang-barang (yang disembah) itu lalai terhadap permohonan-permohonan mereka, Artinya: tidak mendengar dan memahami permohonan. Dan di dalam ayat ini terkandung ¡Æpenghinaan¡Ç terhadap berhala-berhala dengan kata ganti (هم) yang sering dipakai untuk makhluk berakal, mengisyaratkan persangkaan orang-orang kafir yang meyakini berhala-berhala tersebut dapat mendatangkan manfaat dan mudhorot.

 

PELAJARAN

Dari uraian diatas dapat diambil beberapa pelajaran :

a)       Di dalam Al-Qur¡Çan terdapat ayat-ayat yang hanya  اللهI saja yang mengerti akan maksudnya. Semisal huruf-huruf yang terpotong di awal-awal surat.

b)       Al-Qur¡Çan adalah kitab yang diturunkan oleh  اللهI  , bukan buat-buatan manusia

c)       Semua maujud yang diciptakan oleh  اللهI  , bumi, langit dan semua yang ada, menunjukkan kekuasaan dan keesaan  اللهI Sebagaimana  اللهI  berkuasa untuk mewujudkan itu semua, demikian pula saat  اللهI akan melenyapkan itu semua di hari kiamat nanti.

d)       Meskipun secara logika dan akal sehat berhala-berhala itu tidak mempunyai kekuasaan apapun, orang-orang musyrik tetap mengagungkannya dan menyembahnya.


&n..

Next
Dikirim di : Buletin MUSLIM | (0) Komentar | (0) Trackback
Daftar Isi Buletin MUSLIM

Edisi 1  : Tafsir surat Al Ahqof 1-5, Niat Ikhlas, Celana Gaul.

Edisi 2  : Tafsir surat Al Ahqof 6-8, Tobat.

Edisi 3  : Tafsir surat Al Ahqof 9-12, Sabar.

Edisi 4  : Tafsir surat Al Ahqof 13-15, Riba, Kekuasaan.

Edisi 5  : Tafsir surat Al Ahqof 16-19, Riba, Jujur, Resep Persatuan Ummat Islam,  Clark Kent vs 

                Sabar.

Edisi 6  : Tafsir surat Al Ahqof 20-21, Larangan mendahului Romadhon dengan puasa setelah

               pertengahan Sya¡Çban kecuali bagi orang yang sudah terbiasa puasa di waktu sebelumnya,

               Lanjutan Clark Kent vs Sabar.

Edisi 7  : Tafsir surat Al Ahqof 22-25, Puasa Romadhon.

Edisi 8  : Tafsir surat Al Ahqof 26-28, Keutamaan sahur, Keutamaan berbuka, Haram puasa

                bersambung dua hari atau lebih dengan tanpa berbuka.

Edisi 9  : Tafsir surat Al Ahqof 29-32, Keutamaan orang yang memberi makan orang-orang yang

                berpuasa, Memperbanyak berbuat kebaikan di 10 hari terakhir Romadhon, Keutamaan

                i¡Çtikaf.

Edisi 10 : Tafsir surat Al Ahqof 33-35, Adab Makan, Puasa Sunnah.

Edisi 11 : Tafsir surat Muhammad 1-3, Puasa Sunnah, Renungan Idul Fitri

Edisi 12 : Tafsir surat Muhammad 4-6, Toleransikah Natalan Bersama ?, Mudik Plus.

Edisi 13 : Tafsir surat Muhammad 7-11, Tips memilih teman, Islam tidak sesuai dengan zaman ?.

Edisi 14 : Tafsir surat Muhammad 12-15.

Edisi 15 : Tafsir surat Muhammad 16-19, Qurban.

Edisi 16 : Tafsir surat Muhammad 20-24, Taqwa, Siapakah Ulil Amri yang wajib ditaati ?

Edisi 17 : Tafsir surat Muhammad 25-30, Yakin dan Tawakal, Valentine Day = Satanic Day.

Edisi 18 : Tafsir surat Muhammad 31-35, Istiqomah, Mudzakarah Nasional XVII.

Edisi 19 : Tafsir surat Muhammad 36-38, Terapi Qolbu dari tipu daya setan.

Edisi 20 : Tafsir surat Al-Fath 1-3, Bersegera berbuat baik, Balada Mami Sheila.

Edisi 21 : Tafsir surat Al-Fath 4-6, Ada Apa dengan Hercules.

Edisi 22 : Tafsir surat Al-Fath 7-10, Mujahadah, Ada Apa dengan Hercules II.

Edisi 23 : Tafsir surat Al-Fath 11-14, Ada Apa dengan Hercules III.

Edisi 24 : Tafsir surat Al-Fath 15-17, Dorongan untuk menambah amal kebaikan pada akhir-akhir

                 umur.

Edisi 25 : Tafsir surat Al-Fath 18-19, Istiqomah, Keutamaan orang yang tiba di masjid lebih dulu.

Edisi 26 : Tafsir surat Al-Fath 20-23, Banyak jalan kebaikan, Adab berangkat ke masjid.

Edisi 27 : Tafsir surat Al-Fath 24, Banyak jalan kebaikan, Adab masuk dan duduk di masjid, Bukan

                Selebritis.

Edisi 28 : Tafsir surat Al-Fath 25, Berhemat dalam melakukan ketaatan, Duduk mengantuk dan

                memegang kerikil.

Edisi 29 : Menjaga amal sholih, Keutamaan ilmu, Diam dan memperhatikan Imam, Mendekat dan   

                memandang Imam, Sholat sesudah Jum¡Çat.

Edisi 30 : Tafsir surat Al-Fath 26-27, Perintah menjaga sunnah Nabi dan adabnya, Adab khotib 

                datang di masjid.

Edisi 31 : Budaya salah figur, 5 Perusak hati, Mandi Jum¡Çat.

Edisi 32 : Tafsir surat Al-Fath 28-29, Kewajiban tunduk pada hukum Allah, Salam khotib kepada

                 orang banyak.

Edisi 33 : Larangan bid¡Çah dan kelakuan yang diada-adakan.

Edisi 34 : Mencontohkan amal kebaikan dan keburukan, Bayi Ajaib.

Edisi 35 : Ajakan kepada yang benar dan yang sesat, Mudzakarah Nasional XIX.

Edisi 36 : Tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Terperangkap dalam Gua.

Edisi 37 : Tafsir surat Al-Hujurat 1-2, Nasihat, Sudah sempurnakah sholat kita ?,

Edisi 38 : Tafsir surat Al-Hujurat 3-6, Amar Ma¡Çruf Nahi Munkar, Fiqih Jumat : Khotib berhak

                memberi teguran / peringatan ketika berkhutbah.

Edisi 39 : Tafsir surat Al-Hujurat 7-8, Beratnya siksa orang yang beramar ma¡Çruf nahi munkar tapi

                ia sendiri melakukannya, Fiqih Jumat : Isi Khutbah.

Edisi 40 : Tafsir surat Al-Hujurat 9-10, Menunaikan amanah, Fiqih Jumat : Imam mengatur shof.

Edisi 41 : Haramnya perbuatan dzalim, Larangan mendahului puasa, Puasa Ramadhan

Edisi 42 : Tafsir surat Al-Hujurat 11-12, Keutamaan sahur dan mengakhirkannya sebelum terbit

                fajar, Keutamaan menyegerakan berbuka dan makanan untuk berbuka.

Edisi 43 : Menjunjung kehormatan dan hak kaum muslimin, Memberi buka puasa.

Edisi 44 : Sholat Tarawih, Malam Lailatul Qadar, Keutamaan I¡Çtikaf, Mudik plus.

Edisi 45 : Islam bukan Pilihan, Menutup Aurat Kaum Muslimin dan Larangan Menyiarkannya

               Tanpa Kepentingan.

Edisi 46 : Inikah adzab ataukah cobaan, Menyampaikan hajat sesama muslim.

Edisi 47 : Tafsir Surat Al Hujurat ayat 13, Syafaat, Mendamaikan persengketaan

Edisi 48 : Tafsir surat Al-Hujurat 14-18, Keutamaan muslimin yang lemah dan fakir serta anjuran

                 untuk bersikap baik kepada mereka

Edisi 49 : Surat Qaaf 1-5, Menyayangi anak yatim, orang lemah & miskin, serta berbuat baik,

                 merendah & bermurah hati kepada mereka.

Edisi 50 : Surat Qaaf 6-11, Takdir, Menyayangi anak perempuan.

Edisi 51 : Surat Qaaf 12-15, Menafkahi keluarga.

Edisi 52 : Surat Qaaf 16-22, Mendidik keluarga.

Edisi 53 : Surat Qaaf 23-29, Hak Tetangga.

Edisi 54 : Surat Qaaf 30-35, Berbakti kepada kedua orang tua.

Edisi 55 : Surat Qaaf 36-45

Edisi 56 : Puasa Ramadhan, Beberapa masalah yang berkaitan dengan puasa, Menjaga

             lisan dan tindakan ketika puasa, Memberi buka puasa kepada orang yang

                  berpuasa

Edisi 57 : Surat Adz-Dzaariyaat 1 – 14, Shalat Tarawih, Keutamaan sahur & mengakhirkannya

                sebelum terbit fajar

Edisi 58 : Surat Adz-Dzaariyaat 15 – 23, Silaturahim.

Edisi 59 : Haji

Edisi 60 : Qurban, Aqiqah.

Edisi 61 : Surat Adz-Dzaariyaat 24 – 30, Bayi Ajaib.

Edisi 62 : Surat Adz-Dzaariyaat 31 – 37, Puasa Muharram, Pengobatan Alternatif.

Edisi 63 : Surat Adz-Dzaariyaat 38 – 46, Durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahim.

Edisi 64 : Tips memilih teman, Ada apa dengan Hercules.

Edisi 65 : Surat Adz-Dzaariyaat 47 – 51, Wakaf, Ada apa dengan Hercules.

Edisi 66 : Dukun kadang benar, Doa penutup majelis, Ada apa dengan Hercules.

Edisi 67 : Surat Adz-Dzaariyaat 52 – 60, Hibah, Wasiat, SMS Silaturahim.

Edisi 68 : Membatasi cita-cita, Ensiklopedia : Warisan, Luqathah, Agar hujan tidak menjadi

                bencana, SMS Silaturahim.

Edisi 69 : Yang dicukur & yang dipanjangkan, Tatto, Ensiklopedia : Iddah, SMS Silaturahim.

Edisi 70 : Surat Ath-Thuur 1 – 16, SMS Silaturahim.

Edisi 71 : Ensiklopedia : Li¡Çan, SMS Silaturahim.

Edisi 72 : Ensiklopedia : Wajib & Fardhu, SMS Silaturahim.

Edisi 73 : Meninggal Akibat Gempa, Ensiklopedia : Sujud, SMS Silaturahim.

Edisi 74 : Korban bencana boleh meminta-minta, SMS Silaturahim.

Edisi 75 : Shalat Rawatib, SMS Silaturahim.

Edisi 76 : Bermurah hati dalam jual beli dan hutang piutang, SMS Silaturahim.

Edisi 77 : Jangan bunuh diri, Binatang piaraan, SMS Silaturahim.

Edisi 78 : Surat Ath-Thuur 17 – 21, Binatang piaraan, SMS Silaturahim.

Edisi 79 : Surat Ath-Thuur 22 – 23, Puasa di Bulan Sya¡Çban, Shalat Tahiyyatul Masjid, SMS

                Silaturahim.

Edisi 80 : Puasa Ramadhan, SMS Silaturahim.

Edisi 81 : Shalat Tarawih, Keutamaan sahur & mengakhirkannya, SMS Silaturahim.

Edisi 82 : Beberapa masalah yang berkaitan dengan puasa, Menjaga lisan dan tindakan

            ketika puasa, Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, Global : Pendeta

                Vatkan Masuk Islam, SMS Silaturahim.

Edisi 83 : Zakat..

Next
Dikirim di : Daftar Isi Buletin | (0) Komentar | (0) Trackback